Pemerataan Akses Pendidikan Bagi Masyarakat Miskin dan Masyarakat Terpencil

BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Pembangunan pendidikan merupakan salah satu prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional. Pembangunan pendidikan sangat penting karena perannya yang signifikan dalam mencapai kemajuan di berbagai bidang kehidupan: sosial, ekonomi, politik, dan budaya. Karena itu, pemerintah berkewajiban untuk memenuhi hak setiap warga negara dalam memperoleh layanan pendidikan guna meningkatkan kualitas hidup bangsa Indonesia sebagaimana diamanatkan oleh UUD 1945, yang mewajibkan pemerintah bertanggung jawab dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan menciptakan kesejahteraan umum.
Semua warga negara Indonesia berhak mendapatkan pendidikan dan pengajaran tanpa terkecuali, baik ”yang kaya” maupun ”yang miskin” dan masyarakat perkotaan maupun pedesaan (terpencil). Kurang meratanya pendidikan di Indonesia terutama akses memperoleh pendidikan bagi masyarakat miskin dan terpencil menjadi suatu masalah klasik yang hingga kini belum ada langkah-langkah strategis dari pemerintah untuk menanganinya.

1.2     Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, maka yang menjadi permasalahan dan diungkapkan dalam makalah ini adalah :
1. Bagaimana pemerataan pendidikan bagi masyarakat miskin dan terpencil di Indonesia ?
2.    Apa saja permasalahan pemerataan pendidikan bagi masyarakat miskin dan terpencil di Indonesia ?
3. Bagaimana upaya pemerintah dalam melakukan pemerataan pendidikan bagi masyarakat miskin dan terpencil di Indonesia ?

1.3    Batasan Masalah
Agar masalah yang dikemukakan terarah pada sasaran maka perlu pembatasan pada makalah ini, yaitu hanya membahas tentang pemerataan pendidikan bagi masyarakat miskin dan terpencil di Indonesia.

1.4    Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dalam penulisan makalah ini adalah :
a. Untuk mengetahui bagaimana pemerataan pendidikan bagi masyarakat miskin dan terpencil di Indonesia.
b. Untuk mengetahui apa saja permasalahan pemerataan pendidikan bagi masyarakat miskin dan terpencil di Indonesia.
c. Untuk mengetahui bagaimana upaya pemerintah dalam melakukan pemerataan pendidikan bagi masyarakat miskin dan terpencil di Indonesia.

1.5    Metode Penulisan
Dalam penulisan makalah ini, penulis menggunakan metode kepustakaan, yaitu penggunaan bahan-bahan penulisan yang bersumber dari buku-buku referensi dan website.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1     Pengertian Pemerataan Pendidikan
Pemerataan pendidikan dalam arti pemerataan kesempatan untuk memperoleh pendidikan telah lama menjadi masalah yang mendapat perhatian, terutama di negara-negara sedang berkembang. Hal ini tidak terlepas dari makin tumbuhnya kesadaran bahwa pendidikan mempunyai peran penting dalam pembangunan bangsa, seiring juga dengan berkembangnya demokratisasi pendidikan dengan semboyan education for all.
Pemerataan pendidikan mencakup dua aspek penting yaitu equality dan equity. Equality atau persamaan mengandung arti persamaan kesempatan untuk memperoleh pendidikan, sedangkan equity bermakna keadilan dalam memperoleh kesempatan pendidikan yang sama diantara berbagai kelompok dalam masyarakat. Akses terhadap pendidikan yang merata berarti semua penduduk usia sekolah telah memperoleh kesempatan pendidikan, sementara itu akses terhadap pendidikan telah adil jika antar kelompok bisa menikmati pendidikan secara sama (Eka, R. 2007. Kondisi Pemerataan Pendidikan di Indonesia, (http://edu-articles.com, diakses 9 Maret 2009)).
Coleman dalam bukunya Equality of Educational Opportunity mengemukakan secara konsepsional konsep pemerataan yakni : pemerataan aktif dan pemerataan pasif. Pemerataan pasif adalah pemerataan yang lebih menekankan pada kesamaan memperoleh kesempatan untuk mendaftar di sekolah, sedangkan pemerataan aktif bermakna kesamaan dalam memberi kesempatan kepada murid-murid terdaftar agar memperoleh hasil belajar setinggi-tingginya (Ace Suryadi , 1993 : 31). Dalam pemahaman seperti ini pemerataan pendidikan mempunyai makna yang luas tidak hanya persamaan dalam memperoleh kesempatan pendidikan, tapi juga setelah menjadi siswa harus diperlakukan sama guna memperoleh pendidikan dan mengembangkan potensi yang dimilikinya untuk dapat berwujud secara optimal.
Dengan demikian dimensi pemeratan pendidikan mencakup hal-hal yaitu equality of access, equality of survival. equality of output, dan equality of outcome. Apabila dimensi-dimensi tersebut menjadi landasan dalam mendekati masalah pemerataan pendidikan, nampak betapa rumit dan sulitnya menilai pemerataan pendidikan yang dicapai oleh suatu daerah, apalagi bagi negara yang sedang membangun dimana kendala pendanaan nampak masih cukup dominan baik dilihat dari sudut kuantitas maupun efektivitas.

2.2     Dasar Pemerataan Pendidikan di Indonesia
Pendidikan menjadi landasan kuat yang diperlukan untuk meraih kemajuan bangsa di masa depan, bahkan lebih penting lagi sebagai bekal dalam menghadapi era global yang sarat dengan persaingan antar bangsa yang berlangsung sangat ketat. Dengan demikian, pendidikan menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi karena ia merupakan faktor determinan bagi suatu bangsa untuk bisa memenangi kompetisi global.
Sejak tahun 1984, pemerintah Indonesia secara formal telah mengupayakan pemerataan pendidikan Sekolah Dasar, dilanjutkan dengan wajib belajar pendidikan sembilan tahun mulai tahun 1994. Upaya-upaya ini nampaknya lebih mengacu pada perluasan kesempatan untuk memperoleh pendidikan (dimensi equality of access). Di samping itu pada tahapan selanjutnya pemberian program beasiswa (dimensi equality of survival) menjadi upaya yang cukup mendapat perhatian dengan mendorong keterlibatan masyarakat melalui Gerakan Nasional Orang Tua Asuh.
Program beasiswa ini semakin intensif ketika terjadi krisis ekonomi, dan dewasa ini dengan program BOS untuk pendidikan dasar. Hal ini menunjukan bahwa pemerataan pendidikan menuntut pendanaan yang cukup besar tidak hanya berkaitan dengan penyediaan fasilitas tapi juga pemeliharaan siswa agar tetap bertahan mengikuti pendidikan di sekolah.
Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) Tahun 1999-2004 (TAP MPR No. IV/MPR/1999) mengamanatkan, antara lain: 1) mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu tinggi bagi seluruh rakyat Indonesia menuju terciptanya manusia Indonesia yang berkualitas tinggi dengan peningkatan anggaran pendidikan secara berarti, 2) meningkatkan mutu lembaga pendidikan yang diselenggarakan baik oleh masyarakat maupun pemerintah untuk menetapkan sistem pendidikan yang efektif dan efisien dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, olah raga dan seni.
Sejalan dengan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 5 ayat (1) menyatakan bahwa “Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu”, dan pasal 11, ayat (1) menyatakan “Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi”.
Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 mengamanatkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan guna meningkatkan kualitas dan kesejahteraan hidupnya. Para pendiri bangsa meyakini bahwa peningkatan taraf pendidikan merupakan salah satu kunci utama mencapai tujuan negara yakni bukan saja mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga menciptakan kesejahteraan umum dan melaksanakan ketertiban dunia.
Pendidikan mempunyai peranan penting dan strategis dalam pembangunan
bangsa serta memberi kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan transformasi sosial. Pendidikan akan menciptakan masyarakat terpelajar (educated people) yang menjadi prasyarat terbentuknya masyarakat yang maju, mandiri, demokratis, sejahtera, dan bebas dari kemiskinan.

2.3    Pembangunan Pendidikan di Indonesia
2.3.1     Kebijakan Pembangunan Pendidikan
Kebijakan pembangunan pendidikan pada tahun 2007 mencakup :
a. pemerataan dan perluasan akses pendidikan,
b. peningkatan mutu dan relevansi pendidikan, dan
c. pemantapan good governance.
Kebijakan pembangunan pendidikan di Indonesia diarahkan untuk mencapai hal-hal sebagai berikut:
a. Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu tinggi bagi seluruh rakyat Indonesia menuju terciptanya manusia Indonesia berkualitas tinggi dengan peningkatan anggaran pendidikan secara berarti;
b. Meningkatkan kemampuan akademik dan profesional serta meningkatkan jaminan kesejahteraan tenaga kependidikan sehingga tenaga pendidik mampu berfungsi secara optimal terutama dalam peningkatan pendidikan watak dan budi pekerti agar dapat mengembalikan wibawa lembaga dan tenaga kependidikan;
c. Melakukan pembaharuan sistem pendidikan termasuk pembaharuan kurikulum, berupa diversifikasi kurikulum untuk melayani keberagaman peserta didik, penyusunan kurikulum yang berlaku nasional dan lokal sesuai dengan kepentingan setempat, serta diversifikasi jenis pendidikan secara professional;
d. Memberdayakan lembaga pendidikan baik sekolah maupun luar sekolah sebagai pusat pembudayaan nilai, sikap, dan kemampuan, serta meningkatkan partisipasi keluarga dan masyarakat yang didukung oleh sarana dan prasarana memadai; (5). Melakukan pembaharuan dan pemantapan sistem pendidikan nasional berdasarkan prinsip desentralisasi, otonomi keilmuan dan manajemen;
e. Meningkatkan kualitas lembaga pendidikan yang diselenggarakan baik oleh masyarakat maupun pemerintah untuk memantapkan sistem pendidikan yang efektif dan efisien dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni;
f. Mengembangkan kualitas sumber daya manusia sedini mungkin secara terarah, terpadu dan menyeluruh melalui berbagai upaya proaktif dan reaktif oleh seluruh komponen bangsa agar generasi muda dapat berkembang secara optimal disertai dengan hak dukungan dan lindungan sesuai dengan potensinya;
g. Meningkatkan penguasaan, pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk teknologi bangsa sendiri dalam dunia usaha, terutama usaha kecil, menengah, dan koperasi guna meningkatkan daya saing produk yang berbasis sumber daya lokal.

2.3.2     Program Pembangunan Pendidikan
a. Program Pendidikan Dasar dan Prasekolah
Salah satu program pembangunan pendidikan dasar dan prasekolah adalah melakukan pemerataan jangkauan pendidikan prasekolah melalui peningkatan partisipasi masyarakat dalam menyediakan lembaga penitipan anak, kelompok bermain, dan taman kanak-kanak yang bermutu, serta memberikan kemudahan, bantuan, dan penghargaan oleh pemerintah.
Kegiatan pokok dalam mengupayakan pemerataan pendidikan dasar adalah :
1) meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan di SD dan MI serta pembangunan dan meningkatkan sarana dan prasarana di SLTP dan MTs, termasuk sarana olahraga;
2) memberikan subsidi pendidikan bagi sekolah swasta agar sekolah-sekolah swasta mampu menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas dan memberikan layanan pendidikan yang dapat dijangkau masyarakat luas;
3) menerapkan alternatif layanan pendidikan, khususnya bagi masyarakat kurang beruntung (masyarakat miskin, berpindah-pindah, terisolasi, terasing, minoritas, dan di daerah bermasalah, termasuk anak jalanan), seperti SD dan MI kecil satu guru, guru kunjung/sistem tutorial, SD Pamong, SD-MI terpadu, kelas jauh, serta SLTP-MTs terbuka;
4) melaksanakan revitalisasi serta penggabungan (regrouping) sekolah sekolah terutama SD, agar tercapai efisiensi dan efektivitas sekolah yang didukung dengan fasilitas yang memadai;
5) memberikan beasiswa bagi siswa berprestasi dan/atau dari keluarga yang tidak mampu, dengan mempertimbangkan peserta didik perempuan secara proporsional;
b. Program Pendidikan Menengah
Kegiatan pokok dalam mengupayakan pemerataan pendidikan menengah adalah
1) membangun sekolah dengan prasarana yang memadai, termasuk sarana olahraga, baik di perkotaan maupun di perdesaan yang disesuaikan dengan kebutuhan setempat, potensi
2) daerah, pemetaan sekolah, kondisi geografis, serta memperhatikan keberadaan sekolah swasta;
3) menerapkan alternatif layanan pendidikan, khususnya bagi masyarakat kurang beruntung yaitu masyarakat miskin, berpindahpindah, terisolasi, terasing, minoritas, dan di daerah bermasalah, termasuk anak jalanan;
4) memberikan kepada siswa yang berprestasi dan/atau dari keluarga yang tidak mampu, dengan mempertimbangkan peserta didik perempuan secara proporsional; dan
5) memberikan subsidi untuk sekolah swasta, yang diprioritaskan pada daerah-daerah yang kemampuan ekonominya lemah, seperti dalam bentuk imbal swadaya dan bentuk bantuan lainnya.
Program perluasan dan pemerataan pendidikan menengah umum, dilaksanakan antara lain melalui: penyusunan standardisasi sarana dan prasarana pendidikan, peningkatan pengadaan sarana dan prasarana sekolah, peningkatan pengelolaan dan pendayagunaan sarana dan prasarana baik yang sudah ada di sekolah maupun di luar sekolah, pengadaan unit sekolah baru (USB), dan penambahan ruang kelas baru (RKB).
Selain program-program yang bersifat fisik sebagaimana diuraikan di atas, upaya pemerataan kesempatan belajar dilakukan melalui: pemberian beasiswa bakat dan prestasi bagi siswa yang kurang mampu, penyediaan/penyelenggaraan pendidikan alternatif bagi anak-anak yang berada di daerah terpencil, korban bencana alam, pengungsi, dll;
c. Program Pendidikan Tinggi
Salah satu program pembangunan pendidikan tinggi adalah meningkatkan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan tinggi, khususnya bagi siswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Kegiatan pokok untuk memperluas kesempatan memperoleh pendidikan tinggi bagi masyarakat adalah
1) meningkatkan kapasitas tampung, terutama untuk bidang-bidang yang menunjang kemajuan ekonomi, penguasaan sains dan teknologi, serta meningkatkan kualitas kehidupan;
2) mendorong peningkatan peran swasta melalui perguruan tinggi swasta;
3) meningkatkan penyediaan beasiswa bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu; dan
4) menyebarkan kapasitas pendidikan tinggi secara geografis untuk mendukung pembangunan daerah serta memberi kesempatan bagi kelompok masyarakat yang berpenghasilan rendah termasuk kelompok masyarakat dari daerah bermasalah, dengan menyelenggarakan pembinaan perguruan tinggi sebagai pusat pertumbuhan di kawasan serta menyelenggarakan pembinaan program unggul di wilayah kedudukan
perguruan tinggi.
Kebijakan meningkatkan perluasan dan pemerataan pendidikan menengah dan tinggi. Tujuan kebijakan ini adalah untuk meningkatkan kesempatan dan pelayanan pendidikan yang terstruktur dan berjenjang, terutama sekolah menengah dan tinggi. Sasarannya adalah
a. meningkatnya akses dan pemerataan pelayanan pendidikan menengah yang bermutu dan terjangkau, dan
b. meningkatnya kerjasama perguruan tinggi dengan pemerintah daerah

BAB III
PEMBAHASAN

3.1     Pemerataan Pendidikan Masyarakat Miskin dan Terpencil di Indonesia
Era global ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan industri, kompetisi dalam semua aspek kehidupan ekonomi, serta perubahan kebutuhan yang cepat didorong oleh kemajuan ilmu dan teknologi. Untuk memenuhi perkembangan ilmu dan teknologi, diperlukan SDM yang berkualitas. Oleh karena itu, pendidikan di Indonesia perlu ditingkatkan hingga ke pelosok negeri dan bagi masyarakat menengah ke bawah.
Mereka yang paling memerlukan layanan pendidikan dalam mengantisipasi persaingan global di samping penyandang buta huruf adalah masyarakat miskin di tempat-tempat yang jauh dan tersebar. Guna mengatasi hal yang tidak mungkin diselenggarakan pendidikan konvensional atau tatap muka ini perlu ditempuh strategi yang memanfaatkan potensi dan kemajuan teknologi baru.
Untuk itu, agenda penting yang harus menjadi prioritas adalah peningkatan pemerataan pendidikan, terutama bagi kelompok masyarakat miskin yang berjumlah sekitar 38,4 juta atau 17,6 persen dari total penduduk Indonesia (berdasarkan data Badan Pusat Statistik : 2007). Problem mereka, kemiskinan menjadi hambatan utama dalam mendapatkan akses pendidikan. Selain itu, daerah-daerah di luar Jawa yang masih tertinggal juga harus mendapat perhatian guna mencegah munculnya kecemburuan sosial.
Di Indonesia, yang paling memerlukan pendidikan adalah mereka yang berada di daerah miskin dan terpencil. Untuk mengatasi kebutuhan pendidikan bagi mereka adalah upaya penerapan cara non konvensional. Cara lain itu adalah memanfaatkan potensi, kemajuan serta keluwesan teknologi baru. Sekalipun teknologi baru seperti teknologi komunikasi, informasi dan adi-marga menawarkan pemerataan pendidikan dengan biaya yang relatif rendah (Ono Purbo, 1996), penggunaannya masih merupakan jurang pemisah antara ‘yang kaya’ dan ‘yang miskin’.
Di samping itu, sekalipun teknologi dapat menjangkau yang tak terjangkau serta dapat menghadirkan pendidikan kepada warga belajar, mereka yang terlupakan tetap dirugikan karena bukan hanya tetap buta teknologi tetapi tertinggal dalam hal ilmu pengetahuan. Mayoritas kaum miskin di Indonesia tinggal di tempat-tempat jauh yang terpencil. Mereka praktis kekurangan segalanya: fasilitas, alat-alat transportasi dan komunikasi di samping rendahnya pengetahuan mereka terhadap teknologi.
Bila pendidikan ingin menjangkau mereka yang kurang beruntung ini – bila perbaikan hidup masyarakat yang lebih banyak ini yang menjadi sasaran kita dengan menyediakan pendidikan yang lebih berkualitas; lebih efektif dan cepat – kondisi yang proporsional harus diciptakan dengan memobilisasi sumber-sumber lokal dan nasional. Ketimpangan pemerataan pendidikan juga terjadi antarwilayah
geografis yaitu antara perkotaan dan perdesaan, serta antara kawasan timur Indonesia (KTI) dan kawasan barat Indonesia (KBI), dan antartingkat pendapatan penduduk ataupun antargender.
Pemerataan pendidikan masyarakat miskin dan terpencil di Indonesia, dapat dibagi menjadi pemerataan pendidikan formal dan pemerataan pendidikan non formal.
3.1.1     Pemerataan Pendidikan Formal
Pada jenjang pendidikan formal, secara umum perluasan akses dan peningkatan pemerataan pendidikan masih menjadi masalah utama, terutama bagi masyarakat miskin maupun masyarakat di daerah terpencil. Pemerataan pendidikan formal terdiri dari pemertaaan pendidikan di tingkat prasekolah, sekolah dasar, menengah, perguruan tinggi.
Pendidikan prasekolah merupakan pendidikan pada anak usia dini, semisal : playgroup dan taman kanak-kanak. Pada daerah perkotaan pendidikan prasekolah secara formal sudah sering ditemukan, tetapi untuk daerah terpencil seperti di pedesaan, masih sangat jarang. Pendidikan sekolah dasar memang sudah cukup dirasakan pemerataannya di berbagai daerah, hal ini sejalan dengan program wajib belajar 9 tahun, tetapi mutu dari pendidikan tersebut masih sangat berbeda antara daerah perkotaan dengan pedesaan.
Pada pendidikan menengah, saat ini banyak bermunculan sekolah-sekolah unggul. Dalam pelaksanaannya model sekolah ini hanya diperuntukkan untuk kalangan borjuis, elit, dan berduit yang ingin mempertahankan eksistensinya sebagai kalangan atas. Kalaupun ada peserta didik yang masuk ke sekolah dengan sistem subsidi silang itu hanya akal-akalan saja dari pihak sekolah untuk menghindari “image” di masyarakat sebagai sekolah mahal dan berkualitas,  sekolah plus, sekolah unggulan, sekolah alam, sekolah terpadu, sekolah eksperimen (laboratorium), sekolah full day, dan label-label lain yang melekat pada sekolah yang diasumsikan dengan “unggul”.
Untuk pendidikan tinggi persoalannya menyangkut pemerataan kesempatan dalam memperoleh pendidikan tinggi bagi warga negara dalam kelompok usia 19-24 tahun. Biaya yang diperlukan untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi memang sangat besar, sehingga hanya anak-anak yang berasal dari keluarga mampu saja yang memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan tinggi. Kebutuhan biaya baik langsung maupun tak langsung yang cukup besar inilah yang menyebabkan rendahnya partisipasi pendidikan pada jenjang perguruan tinggi.
Selain itu, penyebaran geografis lembaga pendidikan tinggi unggulan di Indonesia juga tidak merata. Berbagai universitas terkemuka dipusatkan berada di pulau Jawa, sehingga masyarakat yang berada di pulau lain harus meninggalkan kampung halamannya demi melanjutkan pendidikan tinggi. Kritik kini mulai bermunculan atas pelaksanaan Badan Hukum Milik Negara (BHMN) bagi beberapa universitas dan institut, seperti: UI, UGM, USU, UPI, ITB, dan IPB. BHMN dinilai telah mengarah ke komersialisasi pendidikan, yang bertentangan dengan misi utama sebuah lembaga pendidikan tinggi.
Untuk bisa kuliah di universitas dan institut terpandang itu, orangtua mahasiswa harus mengeluarkan uang puluhan juta rupiah. Ada beberapa argument yang menyebabkan muncul gerakan protes atas gejala komersialisasi pendidikan tinggi. Pertama, pendidikan tinggi yang selama ini bersifat elitis akan semakin bertambah elitis. Perguruan tinggi bertarif mahal akan makin mengentalkan watak elitisme dan kian mereduksi jiwa egalitarianisme. Gejala ini jelas bertentangan dengan prinsip pemerataan pendidikan seperti diamanatkan di dalam UU Sistem Pendidikan Nasional.
Prinsip dasar pemerataan ini sangat penting guna memberikan kesempatan bagi semua golongan masyarakat, untuk memperoleh pelayanan pendidikan yang baik. Kedua, ada alasan ideologis di balik gerakan protes itu. Selama ini, yang bisa menikmati pendidikan tinggi adalah orang-orang yang berasal dari keluarga kelas menengah. Bagi orang-orang yang berasal dari kelas bawah (keluarga miskin) mengalami kesulitan mendapatkan akses pendidikan tinggi dengan biaya yang mahal itu (Eka, R. 2007. Kondisi Pemerataan Pendidikan di Indonesia, (http://edu-articles.com, diakses 9 Maret 2009)).
3.1.2    Pemerataan Pendidikan Nonformal
Di samping menghadapi permasalahan dalam meningkatkan akses dan pemerataan pendidikan di jalur formal, pembangunan pendidikan juga menghadapi permasalahan dalam peningkatan akses dan pemerataan pendidikan non formal. Pada jalur pendidikan non formal juga menghadapi permasalahan dalam hal perluasan dan pemerataan akses pendidikan bagi setiap warga masyarakat.
Sampai dengan tahun 2006, pendidikan non formal yang berfungsi baik sebagai transisi dari dunia sekolah ke dunia kerja (transition from school to work) maupun sebagai bentuk pendidikan sepanjang hayat belum dapat diakses secara luas oleh masyarakat. Pada saat yang sama, kesadaran masyarakat khususnya yang berusia dewasa untuk terus-menerus meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya masih sangat rendah. Apalagi pendidikan non formal, pada umumnya membutuhkan biaya yang cukup mahal sehingga tidak dapat terangkau oleh masyarakat menengah ke bawah.

3.2    Permasalahan Pemerataan Pendidikan Masyarakat Miskin dan Terpencil di Indonesia
Kesempatan memperoleh pendidikan masih terbatas pada tingkat Sekolah Dasar. Data Balitbang Departemen Pendidikan Nasional dan Direktorat Jenderal Binbaga Departemen Agama tahun 2000 menunjukan Angka Partisipasi Murni (APM) untuk anak usia SD pada tahun 1999 mencapai 94,4% (28,3 juta siswa). Pencapaian APM ini termasuk kategori tinggi. Angka Partisipasi Murni Pendidikan di SLTP masih rendah yaitu 54, 8% (9,4 juta siswa).
Sementara itu layanan pendidikan usia dini masih sangat terbatas. Kegagalan pembinaan dalam usia dini nantinya tentu akan menghambat pengembangan sumber daya manusia secara keseluruhan. Oleh karena itu diperlukan kebijakan dan strategi pemerataan pendidikan yang tepat untuk mengatasi masalah ketidakmerataan tersebut. Berbagai permasalahan dan tantangan yang masih dihadapi dalam penyelenggaraan baik pada pendidikan prasekolah dan pendidikian dasar, secara ringkas diuraikan berikut;
a. Pendidikan prasekolah,
Beberapa permasalahan yang masih dihadapi terkait dengan pemerataan pendidikan bagi masyarakat miskin maupun masyarakat di daerah terpencil adalah sebagai berikut :
1) Sebagian besar pendirian lembaga-lembaga pendidikan prasekolah yang diprakarsai oleh masyarakat masih berorientsi di wilayah perkotaan, sedangkan untuk wilayah-wilayah di pedesaan atau daerah terpencil dirasakan masih sangat kurang. Hal ini berakibat pada kurang adanya pemerataan kesempatan untuk pendidikan prasekolah.
2) Kondisi sosial ekonomi masyarakat di pedesaan dan daerah terpencil yang sebagian besar miskin telah menyebabkan kualitas gizi anak kurang dapat mendukung aktivitas anak didik dalam bermain sambil belajar.
b. Pendidikan dasar
Beberapa permasalahan yang masih dihadapi terkait dengan pemerataan pendidikan bagi masyarakat miskin maupun masyarakat di daerah terpencil, kaitannya dengan perluasan dan pemerataan program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun, wajib belajar belum memiliki makna “compulsory” karena ketidakmampuan subsidi pemerintah untuk menjangkau masyarakat marjinal ke bawah yang jumlahnya cukup besar dan secara ekonomi tidak mampu.

3.3     Perkembangan Pemerataan Pendidikan di Indonesia
Selama ini, pembangunan pendidikan telah membuahkan hasil yang cukup baik. Pencapaian pembangunan pendidikan antara lain dapat dilihat pada peningkatan angka partisipasi kasar (APK) di setiap jenjang pendidikan. Menurut data Susenas 2004, APK pada jenjang SD/MI dan SMP/MTs masing-masing telah mencapai 107,13 persen dan 82,24 persen, sedangkan APK pada jenjang SMA/SMK/MA telah mencapai 54,38 persen.
Meskipun demikian, angka partisipasi pendidikan penduduk Indonesia perlu terus-menerus ditingkatkan, mengingat sampai dengan tahun 2003 jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yang telah menyelesaikan jenjang sekolah menengah pertama atau jenjang yang lebih tinggi baru mencapai 45,8 persen.
Sementara itu, pada tahun 2004 rata-rata lama sekolah penduduk berusia 15 tahun ke atas baru mencapai 7,24 tahun. Meskipun pada tahun 2004 angka partisipasi sekolah (APS) penduduk usia 7–12 tahun sudah hampir 100 persen, angka partisipasi sekolah penduduk usia 13–15 tahun dan penduduk usia 16–18 tahun masing-masing baru mencapai 83,5 persen dan 53,5 persen (Susenas 2004). Untuk itu, diperlukan upaya sungguh-sungguh baik oleh pemerintah maupun masyarakat agar dapat meningkatkan angka partisipasi pendidikan penduduk Indonesia. Dalam hal ini, pada tahun 2006, pencapaian APS diperkirakan masih sebesar 83,2 persen pada kelompok usia 13–15 tahun dan 56,0 persen pada kelompok usia 16–18 tahun sesuai sasaran RKP 2006.
Meskipun demikian, pembangunan pendidikan masih dihadapkan pada sejumlah permasalahan terutama berkaitan dengan perluasan akses dan pemerataan pendidikan pada jalur formal. Menurut data Susenas 2004, dari penduduk usia sekolah 7–24 tahun yang berjumlah 76,0 juta orang, yang tertampung pada jenjang SD sampai dengan PT tercatat baru mencapai 41,5 juta orang atau sebesar 55 persen.
Sementara itu, menurut data Balitbang Depdiknas 2004, angka putus sekolah atau drop-out di tingkat SD/MI tercatat sebanyak 685.967 anak, yang berhasil lulus SD/MI tetapi tidak melanjutkan ke jenjang SMP/MTs dan putus sekolah di tingkat SMP/MTs sebanyak 759.054 orang. Masalah putus sekolah dan tidak dapat melanjutkan pendidikan terutama pada jenjang pendidikan dasar merupakan persoalan serius yang dapat mempengaruhi keberhasilan penuntasan program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun.
Menurut data Susenas 2003, masih tingginya angka putus sekolah dan tidak dapat melanjutkan pendidikan itu lebih banyak bersumber pada persoalan ekonomi, karena banyak di antara anak-anak usia sekolah dasar itu berasal dari keluarga miskin. Untuk menekan angka putus sekolah, pemerintah menyediakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Khusus Sekolah (BKS), dan Bantuan Khusus Murid (BKM) atau beasiswa.

3.4     Upaya Pemerintah dalam Pemerataan Pendidikan Masyarakat Miskin dan Terpencil di Indonesia
Untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan berbagai langkah akan diambil seperti peningkatan jumlah anak yang ikut merasakan pendidikan, akses terhadap pendidikan ini dihitung berdasarkan angka partisipasi mulai tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Umum. Selain itu pemerintah akan mengurangi tingkat disparitas atau ketidakmerataan akses baik spasial kota non kota dan yang bersifat gender.
3.4.1     Wajib Belajar
Dalam sektor pendidikan, kewajiban belajar tingkat dasar perlu diperluas dari 6 ke 9 tahun, yaitu dengan tambahan 3 tahun pendidikan setingkat SLTP seperti dimandatkan oleh Peraturan Pemerintah 2 Mei 1994. Hal ini segaris dengan semangat “Pendidikan untuk Semua” yang dideklarasikan di konferensi Jomtien di Muangthai tahun 1990 dan Deklarasi Hak-Hak Azasi Manusia Sedunia Artikel 29 yang berbunyi: “Tujuan pendidikan yang benar bukanlah mempertahankan ‘sistem’ tetapi memperkaya kehidupan manusia dengan memberikan pendidikan lebih berkualitas, lebih efektif, lebih cepat dan dengan dukungan biaya negara yang menanggungnya”
Berbagai upaya telah dilakukan oleh bangsa Indonesia untuk meningkatkan taraf pendidikan penduduk Indonesia termasuk pelaksanaan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun yang diharapkan tuntas pada tahun 2008 yang dapat diukur antara lain dengan peningkatan angka partisipasi kasar jenjang pendidikan sekolah menengah pertama dan yang sederajat menjadi 95 persen. Namun demikian sampai dengan tahun 2006 belum seluruh rakyat dapat menyelesaikan jenjang pendidikan dasar.
3.4.2     Bidang Teknologi
Kemajuan teknologi menawarakan solusi untuk menyediakan akses pendidikan dan pemerataan pendidikan kepada masyarakat belajar yang tinggal di daerah terpencil. Pendidikan harus dapat memenuhi kebutuhan belajar orang-orang yang kurang beruntung ini secara ekonomi ketimbang menyediakan akses yang tak terjangkau oleh daya beli mereka. Televisi saat ini digunakan sebagai sarana pemerataan pendidikan di Indonesia karena fungsinya yang dapat menginformasikan suatu pesan dari satu daerah ke daerah lain dalam waktu yang bersamaan.
Eksistensi televisi sebagai media komunikasi pada prinsipnya, bertujuan untuk dapat menginformasikan segala bentuk acaranya kepada masyarakat luas. Hendaknya, televisi mempunyai kewajiban moral untuk ikut serta berpartisipasi dalam menginformasikan, mendidik, dan menghibur masyarakat yang pada gilirannya berdampak pada perkembangan pendidikan masyarakat melalui tayangan-tayangan yang disiarkannya. Sebagai media yang memanfaatkan luasnya daerah liputan satelit, televisi menjadi sarana pemersatu wilayah yang efektif bagi pemerintah.
Pemerintah melalui TVRI menyampaikan program-program pembangunan dan kebijaksanaan ke seluruh pelosok tanpa hambatan geografis yang berarti. Saat ini juga telah dirintis Televisi Edukasi (TV-E), media elektronik untuk pendidikan itu dirintis oleh Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan (Pustekkom), lembaga yang berada di bawah Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Ini untuk memberikan layanan siaran pendidikan berkualitas yang dapat menunjang tujuan pendidikan nasional.
Tugasnya mengkaji, merancang, mengembangkan, menyebarluaskan, mengevaluasi, dan membina kegiatan pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan jarak jauh/terbuka. Ini dalam rangka peningkatan kualitas dan pemerataan pendidikan di semua jalur, jenis, dan jenjang pendidikan sesuai dengan prinsip teknologi pendidikan berdasarkan kebijakan yang ditetapkan Menteri Pendidikan Nasional.
Siaran Radio Pendidikan untuk Murid Sekolah Dasar (SRPM-SD) adalah suatu sistem atau model pemanfaatan program media audio interaktif untuk siswa SD yang dikembangkan oleh Pustekkom sejak tahun 1991/1992. SRPM-SD lahir dimaksudkan untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar. Produk media audio lain yang dihasilkan oleh Pustekkom antara lain Radio Pelangi, audio integrated, dan audio SLTP Terbuka. Tentu saja, itu tadi, termasuk TV-E yang akan berfungsi sebagai media pembelajaran bagi peserta didik, termasuk mereka yang tinggal di daerah terpencil dalam rangka pemerataan kesempatan dan peningkatan mutu pendidikan (Eka, R. 2007. Kondisi Pemerataan Pendidikan di Indonesia, (http://edu-articles.com, diakses 9 Maret 2009)).

3.5     Upaya Peningkatan Pemerataan Pendidikan Masyarakat Miskin dan Terpencil di Indonesia
Upaya-upaya peningkatan pemerataan pendidikan bagi masyarakat miskin dan masyarakat terpencil yang disarankan oleh penulis adalah :
a. Pendidikan tidak harus dibangun dengan biaya yang mahal, tetapi sekolah bisa membuat badan amal usaha yang menjadi ruh/biaya operasional pendidikan lebih-lebih tanpa melibatkan pembiayaan kepada siswa. Kalaupun siswa dikenai biaya itupun harus disesuaikan dengan tingkat pendapatan orang tua.
b. Bagaimana pemerintah dapat membuat regulasi tentang standar Biaya Operasional Pendidikan. Kebijakan BOS telah ditelurkan oleh pemerintah, namun pada kenyatannya di lapangan masih banyak sekolah-sekolah yang mencari lahan untuk menarik pungutan kepada siswa (orang tua) dengan embel-embel program tertentu.
c. Pemerintah hendaknya mempunyai komitmen untuk mendistribusikan bantuan pendidikan (Imbal Swadaya, Block Grant, dll) kepada sekolah sesuai dengan kuintasi yang dicairkan dan jangan sampai bantuan yang diberikan oleh pemerintah terhenti di tingkat birokrasi.
d. Pemerintah memberikan reward yang menarik agar memotivasi para guru yang profesional untuk dapat mengaar di daerah-daerah terpencil.

BAB IV
KESIMPULAN

4.1    Kesimpulan
Pemerataan pendidikan yang ada saat ini masih kurang terealisasikan dengan baik. Permasalahannya yaitu karena pendidikan itu sendiri masih berorientsi di wilayah perkotaan dan subsidi dari pemerintah itu pun masih belum mencukupi untuk masyarakat yang tidak mampu yang jumlahnya cukup besar. Upaya yang dilakukan pemerintah dalam melakukan pemerataan pendidikan bagi masyarakat miskin dan terpencil di Indonesia yaitu dengan adanya program wajib belajar 9 tahun dan pengadaan teknologi informasi seperti televisi dan radio.

DAFTAR PUSTAKA

T. Sulistyono, Drs. M.Pd.,MM. 2003. Wawasan Pendidikan. Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.
http://www.google.com
(Eka, R. 2007. Kondisi Pemerataan Pendidikan di Indonesia, (http://edu-articles.com, diakses 9 Maret 2009)).

Narsis pool,,,heheIzza in warta unair edisi desember 2008

Asmala Izza, Lulusan Terbaik D3 FST
Sekolah dari Pondok ke Pondok, Berprestasi Raih IPK 3,85

Profil Asmala Izza, lulusan terbaik D3 Fakultas Sains dan Teknologi Unair ini boleh dibilang cukup lengkap. Beprestasi, luwes dalam bergaul dan tentunya ia juga seorang aktivis. Pemilik IPK 3,85 ini selain aktif dalam kegiatan studinya, ia juga tak pernah absen ikut BEM. Jika yang lain hanya sekedar ikut-ikutan saja, namun tidak demikian buat Izza, sapaan akrab Asmala Izza.
Dua kali periode kepengurusan BEM di fakultasnya telah ia lalui. Bahkan ia dipercaya untuk mengisi posisi yang cukup bergengsi, sebagai menteri research and development periode 2007-2008. Meski kegiatan organisasi itu cukup menyita waktunya namun Izza punya rumus jitu membagi waktu. “Kalau ingin berprestasi memang harus mau bekerja keras. Kita juga harus siap berbeda dengan orang lain. Disaat teman-teman kita jalan-jalan ke mall atau ngerumpi, saat itulah kita melakukan kegiatan bermanfaat, misalnya belajar,”tutur Izza membocorkan resepnya.
Perjuangannya untuk memupuk semangat agar mampu mengukir prestasi patut diacungi jempol. Ia mengaku D3 Sistem Informasi FST bukanlah jurusan impiannya. Sejak awal ia berharap bisa lolos kedokteran. Namun takdir berkata lain, meski dua kali mencoba SPMB agar lolos kedokteran, mimpinya harus terpenggal. Namun Izza belajar untuk mengambil pesan-pesan hikmah dari kejadian yang dialaminya. “Meski kecewa, tapi saat itu saya berpikir, mungkin dunia computer ini adalah jalan saya, bukan dunia medis. Saya pun bersemangat kembali, jika memang ini pilihan terbaik Allah buat saya, saya akan menjalaninya dengan sebaik mungkin,”jelasnya.
Prestasi demi prestasi pun terukir manis. Ia mulai menemukan bahwa dunia teknologi terutama computer sangatlah menyenangkan. Ia mengaku menemukan banyak tantangan disitu. Salah satu tantangannya, adalah ketika ia harus mampu menerjemahkan kebutuhan manusia ke dalam bahasa mesin. Semakin akrab dengan computer, ia pun merasa computer adalah `jodohnya`. Hasil kerja kerasnya berbuah manis, semester 1 ia memperoleh IP sempurna yaitu 4,00. Di akhir studi yang ia selesaikan tepat tiga tahun ini, Izza pun berhasil menjadi lulusan terbaik dengan IPK 3,85.
Lahir di Mojokerto, gadis berjilbab ini ternyata punya kisah pendidikan yang menarik. Sekolahnya dari pondok ke pondok. Meski intens belajar agama, bukan berarti ia lupa terhadap tanggung jawab akademiknya. Sewaktu SMP, putri kepala sekolah ini, mondok di Pesantren Darul Ulum Jombang, sebuah pesantren terkenal di Jawa Timur. Ia pun menghabiskan masa kecilnya dengan belajar agama dan menempuh studi di SMP 3 Peterongan Jombang. Lepas SMP, ia pun `migrasi` ke Solo. Ia mondok lagi, kali itu di Pondok Assalam Solo. Ia menyelesaikan SMA nya dalam waktu empat tahun. Bukan karena tidak naik kelas, namun ia harus mengikuti masa adaptasi 1 tahun untuk belajar bahasa Arab dan Inggris, karena di Assalam komunikasi siswa menggunakan dua bahasa tersebut. Berkat kegigihannya mondok dari satu pesantren ke pesantren lain ini, kini Izza menguasai dua bahasa asing yaitu Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. “Saya pernah jadi wakil Unair untuk mengikuti lomba debat bahasa Arab saat PIMNAS di Malang beberapa waktu yang lalu,”ujarnya.
Asmala Izza adalah teladan yang istimewa. Ia ingin menunjukkan bahwa anak-anak pesantren seperti dia tak kalah berprestasi jika dibandingkan dengan anak-anak sekolah umum lainnya. Uniknya, sejak awal kuliah di D3 SI ia punya cita-cita yang `aneh`. Apa itu? “Saya ingin membuat orang tua saya menangis,”ujarnya sembari tertawa simpul. “Saya ingin orang tua saya menangis bahagia saat saya bisa memberikan kebahagiaan kepada mereka melalui prestasi saya. Apa yang saya lakukan selama ini saya lakukan semata-mata untuk kebahagiaan orang tua saya,”ucapnya menjelaskan.
Penelitian yang ia lakukan untuk menyelesaikan tugas akhirnya pun ternyata cukup menarik. Ia membuat aplikasi system informasi akademik untuk SMA. Ia merancang software yang bisa mengolah nilai-nilai siswa, baik nilai tugas, ulangan atau nilai praktikum, langsung ke dalam bentuk nilai akhir secara otomatis. Softwarenya ini kini tengah diterapkan di SMKN 1 Dlanggu Mojokerto. Karena dianggap menarik dan memudahkan tugas guru untuk membuat nilai akhir siswa, sekolah sekolah lain juga tertarik untuk mengadopsi software ini. “Dengan aplikasi tersebut, guru tak hanya bisa membuat nilai akhir saja, namun siswa dan orang tua bisa langsung mengecek nilai rapot dan absensi secara online,”ujarnya.

Winda

i back choy,,,

Pacet, 27 Februari 2008

wuih lama bgt ya ga ngeposting,,,absen berbulan-bulan,,
kenapa ya? byk alasan yg sebenarnya ndak bisa dijadikan alasan, nah lho…
hehehe,intinya rugi sendiri dah kalo ndak nulis,
nah di postingan kali ini krn blm ada ide utk bahas suatu topik,walhasil aq mau narsis ajah ahh…
hahaha, mau share aja ttg aktifitas slama ini..
temanya santai aja coz nulisnya juga sambil nonton TV The Master di RCTI,
lho lah koq iklan…
yach tadi sempet buka facebook ada inbox dr ustadz AR,nagih janji ku krn dl janji mau kasih alamat web blog
tp krn aq nya jarang posting jd blm pede kalo kasih tahu,,,hehehe
maklum baru belajar,tp hal itu juga yg akhirnya memotivasi aq buat nulis lg,apapun itu
pokoknya nulis,,,makasih ya tadz yg selalu dan selalu menagih janji ku,
Selanjutnya cerita ttg aktifitas aq beberapa bulan terakhir,semua di luar planning,,
tiba2 aja terjadi tp kaya sdh ada yg ngatur n aq yakin itu memang yg terbaek buatQ,,
meski sampe saat ini blm tak temukan secara riil apa kebaikannya, tp yakin aja,
krn kan Allah lebih tahu yg terbae buat hamba2Nya,yg bae menurut kita blm tentu bae di sisi Allah n yg buruk di mata kita blm tentu buruk di mata Allah,tul ndak??
oiya beberapa hari yg lalu,aq sempet bertemu dgn temen SMP ku dl,nama nya Nailah,jujur aq salut bgt n iri ma dia,why???
krn ternyata dia yg seangkatan ma aku,bahkan dulu pas SMP tu jadi temen sekelas n sekamar,sekarang lg asyik kuliah S2, double degree di Brawijaya,dan itu beasiswa,,,wuih salut buat kamu nay,4 jempol dah..
dan dalam waktu 8 bulan mendatang penelitiannya direncanakan akan dikerjakan di Belanda sambil lanjutkan studi
huhuhuh aq pingin bgt,,,
salah satu keteladanan yg ditunjukkan temenQ itu buat aq sadar n melek bahwa selama ini aq blm jadi apa2,
sempet dl setelah lulus d3 aq down krn mungkin msh blank tentukan masa depan, semua q jalani mengalir begitu ajah,,
yach memang bener penyesalan itu datang belakangan,tp thanks God,Allah tak pernah meninggalkan ku,selalu ada cara2 yg luar biasa utk buat aq bangkit menjadi yg lebih baik,
pelan2 kususun kembali tujuan hidupku,obsesiku,aq ndak mau kalah ama nailah ato kalah dgn org lain, ato bahkan aq ndak mau kalah ma Einsten, hahha lebay ya…kan kuukir sejarah hidupku sendiri hingga bisa dijadikan teladan bagi yg lain,minimal buat anak2 ku kelak akan sangat bangga dan merasa beruntung memiliki ibu yg tak pernah menyerah,,
satu lg pelajaran yg ku dpt, waktu itu aq ke sby dr malang, berhubung ga mau ngerepotin temen utk jemput aq di bungur akhirnya q putuskan ngangkot aja, nah pas nae bison dlm perjalanan ke joyoboyo, di sebelh ku ada cewek yg bisa dibilang org nya agak aneh, knp q bilang aneh krn penampilan nya yg kurang rapi n dia bicara terus sendiri, jd rada ngeri juga…
dan dia sempet ngajak aq ngobrol tp aq malah jawab pertanyaan dia dgn acuh tak acuh,
dan belakangan aq baru nyesel knp dulu aq bersikap begitu, bukankah di mata Allah semua manusia sama,hanya keimanan dan ketakwaan saja yg membedakan, sekali lg aq menyesal, dan hrs memperbaiki kesalahanku, jgn pernah memandang buruk seseorg, jgn terlalu cepat menilai seseorg, lain waktu aq akan lebih belajar menghargai org lain bagaimanapun org itu…
sekali lagi Thanks God,,

Jelang Pesta Demokrasi Rakyat Indonesia 2009

Memasuki akhir tahun 2008, situasi politik di negri ini makin menghangat. Tentu saja, hal ini disebabkan oleh makin dekatnya dengan acara perhelatan nasional Pemilu 2009, yang merupakan titik awal penentuan nasib Indonesia beberapa tahun mendatang. Ditambah lagi dengan kebijakan masa kampanye parpol yang cukup panjang selama 9 bulan menyebabkan parpol berlomba-lomba untuk mensosialisasikan eksistensinya kepada masyarakat umum. Media elektronik dirasa paling efektif digunakan dalam tujuan ini. Pastinya CEO Fox Indonesia, Choel Mallarangeng, merasa diatas angin karena mendapat rejeki nomplok dari para kliennya dalam penggarapan iklan-iklan tersebut.

Mungkin sedikit melenceng, tapi masih dalam topik election, hal serupa yang juga sedang gencar akhir-akhir ini adalah pilkada di sejumlah daerah di Indonesia. Seperti contoh yang terakhir, Jatim beberapa hari ini dalam kondisi Siaga 1. Hal ini dikarenakan hasil KPUD Jatim per tanggal 11 November 2008 menetapkan pasangan KARSA yang menang 0,39 % diatas pasangan KAJI. Menyebabkan protes dari pihak yang kalah dan mengaku merasa dirugikan oleh KPUD karena dianggap telah terjadi kecurangan-kecurangan dalam penghitungan suara. KAJI pun tetap menghimbau kepada pendukungnya untuk tetap optimis karena Khofifah akan menggugat sampai ke tingkat MK (Mahkamah Konstitusi). Padahal hasi quick count menunjukkan KAJI unggul atas KARSA. Peristiwa ini cukup mencoreng nama baik Lembaga Survey Indonesia yang selama ini selalu menjadi acuan dalam memprediksi kemenangan dalam Pilkada. Jadi kita tunggu saja bagaimana kelanjutan ceritanya. Siapapun yang akhirnya menjadi Gubernur Jatim, semoga dapat membawa Jatim menuju kondisi yang lebih baik lagi.

Kembali ke judul diatas, Jelang Pemilu 2009, masalahnya adalah apakah rakyat akan menyambut hangat pesta demokrasi ini layaknya seluruh dunia berharap banyak pada saat pemilihan presiden di Amerika Serikat. Melihat fenomena yang selama ini terjadi, mungkin kebanyakan rakyat akan acuh tak acuh karena bagi mereka siapapun yang akan menjadi presiden, yang penting rakyat tetap bisa mencari uang untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari. Karena itu saya akan coba sedikit menginformasikan kepada pembaca tentang 44 partai politik yang akan berebut kursi di DPR pada Pemilu 2009, agar kita memiliki alasan yang masuk akal pada saat mencoblos. Bukan karena warna lambang parpol yang sesuai dengan warna kesukaan akhirnya itulah yang dipilih. Atau memilih presiden karena ganteng dan gagah ^_^.

Daftar Partai Politik Peserta Pemilu 2009

1. Partai Hati Nurani Rakyat

image0014

Ketua Umum : Jendral TNI (Purn) H. Wiranto, SH

Asas : Pancasila

Website : http://www.hanura.com/

Visi : – Kemandirian Bangsa : Bangsa Indonesia saat ini terasa tidak mandiri lagi. Banyak tekanan dan intervensi asing yang sudah merajalela merugikan kehidupan seluruh bangsa. Kita harus rebut kembali, bangun kembali kemandirian kita dalam penyelenggaraan negara. – Kesejahteraan Rakyat : Sebuah kata yang sudah sangat sering diucapkan tetapi sangat sulit diwujudkan. Semua kader Partai HANURA yang juga calon pemimpin bangsa, dibenaknya harus selalu tertanam kalimat ”kesejahteraan rakyat Indonesia”, sekaligus mampu berusaha menghadirkannya.

2. Partai Karya Peduli Bangsa

image002

Ketua Umum : Jenderal. TNI (Purn) H. Hartono

Asas : Pancasila

Website : http://www.pkpb.net/

Visi : Terwujudnya kejayaan Indonesia dengan pemerintahan yang stabil, mengutamakan kesejahteraan rakyat dan cinta tanah air dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

3. Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia

image003

Ketua Umum : Daniel Hutapea

Asas : Pancasila

Website : http://www.partai-ppi.com/

Visi : Menyelaraskan aspirasi pengusaha dan pekerja guna menggerakkan roda industri dan perekonomian rakyat.

4. Partai Peduli Rakyat Nasional

image004

Ketua Umum : Amelia Achmad Yani

Asas : Pancasila

Website : http://pprn.wordpress.com/

Visi : Rakyat Bebas dari belenggu penderitaan dan ketidakadilan.

5. Partai Gerakan Indonesia Raya

image005

Ketua Umum : Prof. Dr. Ir. Suhardi, M.Sc

Asas : Pancasila

Website : http://www.partaigerindra.or.id/

Visi : Menjadi partai politik yang mampu menciptakan kesejahteraan bangsa, keadilan sosial, dan tatanan politik negara yang melandaskan diri pada nilai-nilai nasionalisme dan religiusitas dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

6. Partai Barisan Nasional

image006

Ketua Umum : Vence Rumangkang

Asas : Pancasila

Website : http://www.partaibarnas.org/

Visi : Meningkatkan kesejahteraan masyarakat umum, khususnya di bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan dan bidang usaha.

7. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia

image0071

Ketua Umum : Meutia Farida Swasono

Asas : Pancasila

Website : http://pkpi.org/

Visi : Membangun kehidupan rakyat, masyarakat, bangsa dan negara yang berkeadilan dan bersatu dalam suatu kesatuan makna dan napas perjuangan dengan menjunjung tinggi supremasi hukum.

8. Partai Keadilan Sejahtera

image008

Ketua Umum : Ir. H. Tifatul Sembiring

Asas : Islam

Website : http://www.pk-sejahtera.org/

Visi : Sebagai partai dakwah penegak keadilan dan kesejahteraan dalam bingkai persatuan umat dan bangsa.

9. Partai Amanat Nasional

image009

Ketua Umum : Soetrisno Bachir

Asas : Pancasila

Website : http://www.pan.or.id/

Visi : Dalam hal pembangunan masyarakat, Partai Amanat Nasional mencita-citakan suatu masyarakat Indonesia yang demokratis, berkeadilan sosial, mandiri, dan cerdas. Dalam hal pemerintahan, Partai Amanat Nasional menentang segala bentuk kediktatoran, totalitarisme, dan otoriterisme, karena berlawanan dengan harkat dan martabat manusia, memasung kebebasan, dan menghancurkan hukum.

10. Partai Perjuangan Indonesia Baru

image010

Ketua Umum : Dr. Nurmala Kartini Sjahrir

Asas : Keadilan, Demokrasi, dan Kemajemukan serta Pancasila sebagai landasannya

Website : http://partai-pib.or.id/

Visi : Partai Perjuangan Indonesia Baru (Partai PIB) adalah Partai yang berjuang untuk mewujudkan Indonesia Baru, yaitu Indonesia yang berkeadilan, demokratis dan majemuk.

11. Partai Kedaulatan

image011

Ketua Umum : H. Ibrahim Basrah, SH

Asas : Pancasila

Website : http://www.partai-kedaulatan.org/

Visi : Terciptanya sumberdaya manusia Indonesia yang religius dan Penerapan “high and advance technology”, dst.

12. Partai Persatuan Daerah

image012

Ketua Umum : DR. H. Oesman Sapta

Asas : Pancasila

Website : http://www.partaipersatuandaerah.com/

Visi : Terwujudnya keadilan, kesejahteraan, dan kemakmuran, serta kemandirian masyarakat di daerah menuju Indonesia Sejahtera.

13. Partai Kebangkitan Bangsa

image013

Ketua Umum : H. A. Muhaimin Iskandar, M.Si *

Sekretaris Jenderal : Zanuba Arifah (Yenni Wahid) *

Asas : Pancasila

Website : http://www.dpp-pkb.org/

Visi : Tertuang dalam Mabda’ Siyasy Partai kebangkitan Bangsa, dst.

14. Partai Pemuda Indonesia

image014

Ketua Umum : Hasanuddin Yusuf

Asas : UUD 1945 dan Pancasila

Website : http://www.partaipemudaindonesia.or.id/

Visi : Gigih berjuang membangun rakyat, bangsa dan negara Indonesia yang Digdaya : sejahtera, makmur, adil, aman, sentausa nan kuat di antara bangsa-bangsa lain di dunia.

15. Partai Nasional Indonesia Marhaenisme

image015

Ketua Umum : Sukmawati Soekarnoputri

Asas : Marhaenisme ajaran Bung Karno

Website : http://dpp-pni.tripod.com/

Visi : Membentuk citra partai yang konsisten dengan perjuangan rakyat Indonesia sesuai dengan cita-cita perjuangannya, dan sebagai partai alternatif abad ke-20 yang mampu menjawab tantangan dan permasalahan bangsa, dst.

16. Partai Demokrasi Pembaruan

image016

Ketua Umum : H. Roy BB Janis, SH, MH

Asas : Pancasila

Website : http://www.pdp.or.id/

Visi : Mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia berdasarkan Pancasila.

17. Partai Karya Perjuangan

image017

Ketua Umum : Jackson A Kumaat

Asas : Pancasila

Website : http://www.partaikaryaperjuangan.org/

Visi : Menjadi partai yang mempunyai image dan nilai positif, aspiratif, serta dapat memberikan solusi permasalahan bangsa.

18. Partai Matahari Bangsa

image018

Ketua Umum : Imam Addaruqutni

Asas : Islam (Berkemajuan)

Website : http://www.pmb.or.id/

Visi : Terwujudnya misi Islam Rahmatan lil’alamin dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

19. Partai Penegak Demokrasi Indonesia

image019

Ketua Umum : Mentik Budiwiyono

Asas : Pancasila

Visi : Terwujudnya demokrasi Pancasila, dst dan Terwujudnya keutuhan NKRI yang disegani dalam tata masyarakat bangsa-bangsa di dunia, dengan membangun tatanan politik yang bebas, aktif, demokratis, adil dan beradab.

20. Partai Demokrasi Kebangsaan

image020

Ketua Umum : Muhammad Ryaas Rasyid

Asas : Pancasila

Website : http://www.pdk.or.id/

Visi : Menghadirkan pemerintahan yang baik, membangun negara Indonesia seutuhnya demi mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia serta keadilan bagi setiap rakyat indonesia.

21. Partai Republika Nusantara

image021

Ketua Umum : Letjen (Purn) Syahrir, MS,SH, MM

Asas : Pancasila

Website : http://partairepublikan.org/

Visi : 1. Menjaga keutuhan NKRI, berdasar semangat proklamasi 17 Agustus 1945. 2. Memulihkan taraf hidup rakyat menuju perwujudan cita-cita luhur bangsa sesuai amanat UUD 1945. 3. Memberdayakan semua potensi sumber daya alam setinggi-tingginya untuk kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan sumberdaya manusia Indonesia agar hidup setara dalam persaingan global. 4. Menumbuhkan wawasan kebangsaan dan kenegaraan agar dapat mewujudkan pemerintahan yang adil, bersih dan bermartabat, melindungi segenap rakyat dalam suasana demokratis menuju peradaban Indonesia baru, yaitu: rakyat yang religius, rakyat yang berbudaya, rakyat yang berdaulat, rakyat yang amanah.

22. Partai Pelopor

image022

Ketua Umum : Eko Suryo Santjojo

Asas : Pancasila

Visi : 1. Menjaga keutuhan NKRI. 2. Mencapai masyarakat adil dan makmur. 3. Menciptakan tatanan dunia yang adil dan beradab. 4. Mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara dan UUD 1945 sebagai konstitusi negara.

23. Partai Golongan Karya

image023

Ketua Umum : Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla

Asas : Pancasila

Website : http://www.golkar.or.id/

Visi : Partai GOLKAR sebagai pengemban cita-cita proklamasi menegaskan visi perjuangannya untuk menyertai perjalanan bangsa mencapai cita-citanya, dst.

24. Partai Persatuan Pembangunan

image024

Ketua Umum : Suryadharma Ali

Asas : Islam

Website : http://www.ppp.or.id/

Visi : Terwujudnya masyarakat yang bertaqwa kepada Allah SWT dan negara Indonesia yang adil, makmur, sejahtera, bermoral, demokratis, tegaknya supremasi hukum, penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM), serta menjunjung tinggi harkat-martabat kemanusiaan dan keadilan sosial yang berlandaskan kepada nilai-nilai keislaman.

25. Partai Damai Sejahtera

image025

Ketua Umum : dr. Ruyandi Hutasoit, Sp.U

Asas : Pancasila

Website : http://www.partaidamaisejahtera.com/

Visi : Terwujudnya masyarakat Indonesia yang adil makmur, damai sejahtera berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan semangat Bhineka Tunggal Ika (Berbeda-beda tetapi tetap satu).

26. Partai Nasional Banteng Kemerdekaan Indonesia

image026

Ketua Umum : Erros Djarot

Asas : Nasionalisme

Visi : Memberdayakan mayoritas rakyat dan institusi kerakyatan diseluruh sektor kehidupan baik di bidang politik, ekonomi dan sosbud guna meningkatkan  kualitas hidup rakyat Indonesia, dst.

27. Partai Bulan Bintang

image027

Ketua Umum : MS KABAN

Asas : Islam

Website : http://www.pbb-info.com/

Visi : Dengan berpegang teguh pada aqidah dan tuntunan agama Islam sebagai khittah, persyarikatan bertujuan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia berdasarkan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, yaitu masyarakat yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia, sejahtera lahir dan batin, adil dan makmur yang merata serta maju, berkhidmat dan bertanggung jawab bagi kepentingan rakyat, bangsa dan negaranya dengan penuh ampunan dan ridha Allah SWT.

28. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan

image028

Ketua Umum : Megawati Soekarnoputri

Asas : Pancasila

Website : http://www.pdi-perjuangan.or.id/

Visi : PDI Perjuangan mempunyai tugas mempertahankan dan mewujudkan cita-cita Negara Proklamasi 17 Agustus 1945, melaksanakan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta mempersiapkan kader Bangsa, dst.

29. Partai Bintang Reformasi

image029

Ketua Umum : Bursah Zarnubi, SE

Asas : Islam

Website : http://www.pbr.or.id/

Visi : PBR adalah partai gerakan yang terbuka bagi semua golongan, sebagai alat perjuangan dalam rangka menjaga keutuhan NKRI, memperbaiki kualitas hidup rakyat Indonesia, dan menuntaskan agenda reformasi bangsa Indonesia.

30. Partai Patriot

image030

Ketua Umum : Japto S Soerjosoemarno

Asas : Pancasila

Visi : Memperkuat dan melanjutkan perjuangan pendiri-pendiri bangsa Indonesia dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika dan Sumpah Pemuda sebagai pilar jati diri bangsa untuk mewujudkan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, berdasarkan Pancasila serta mengembalikan roh/marwah UUD 1945 yang dicetuskan dan menjadi ikatan lahir batin bangsa Indonesia.

31. Partai Demokrat

image031

Ketua Umum : Hadi Utomo, S.H., M.M

Asas : Pancasila

Website : http://www.demokrat.or.id/

Visi : Partai Demokrat bersama masyarakat luas berperan mewujudkan keinginan luhur rakyat Indonesia agar mencapai pencerahan dalam kehidupan kebangsaan yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, menjunjung tinggi semangat nasionalisme, humanisme dan internasionalisme, atas dasar ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam tatanan dunia baru yang damai, demokratis dan  sejahtera.

32. Partai Kasih Demokrasi Indonesia

image032

Ketua Umum : Stefanus Roy Rening, SH., MH

Asas : Pancasila

Website : http://www.pkdindonesia.com

Visi : Terciptanya tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai cita-cita proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 sebagaimana dimaksud dalam pembukaan UUD 1945 berdasarkan kasih.

33. Partai Indonesia Sejahtera

image033

Ketua Umum : Budiyanto Darmastono

Asas : Pancasila

Visi : Melahirkan pemimpin – pemimpin bangsa yang dapat membawa bangsa Indonesia Sejahtera.

34. Partai Kebangkitan Nasional Ulama

image034

Ketua Umum : Choirul Anam

Asas : Islam Ahlus-Sunnah Wal-Jama’ah

Visi : Mewujudkan cita-cita luhur Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD 1945, untuk menciptakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang adil, damai, dan sejahtera sebagai perwujudan dari rasa keimanan yang berlandaskan keagamaan dan rasa Cinta Tanah Air.

35. Partai Aceh Aman Sejahtera

36. Partai Daulat Aceh

37. Partai Suara Independen Rakyat Aceh

38. Partai Rakyat Aceh

39. Partai Aceh

40. Partai Rakyat Bersatu aceh

41. Partai Merdeka

image041

Ketua Umum : Rosmawi Hasan

Asas : Pancasila

Visi : Kebangsaan, kerakyatan dan kemandirian

42. Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia

image042

Ketua Umum : Prof. K.H. Syukron Ma’mun

Asas : Islam

Visi : Terwujudnya kehidupan masyarakat Indonesia dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang adil dan makmur, sejahtera, berperadaban, demokratis, berkeadilan, maju, dan mandiri dibawah naungan ridla dan maghfirah Allah SWT.

43. Partai Sarikat Indonesia

image043

Ketua Umum : Drs. H. Mardinsyah

Asas : Pancasila dan UUD 1945

Website : http://partaisarikatindonesia.blogspot.com/

Visi : Partai Sarikat Indonesia dengan jiwa religius, kebangsaan, dan kerakyatan sebagai mitra andalan bagi rakyat dalam menegakkan demokrasi Indonesia yang berbudaya dan beradab.

44. Partai Buruh

image044

Ketua Umum : DR. Muchtar Pakpahan, SH. MA

Asas : Pancasila dan UUD 1945

Website : http://www.partaiburuh.org/

Visi : Mewujudkan masyarakat sejahtera, adil dan makmur sesuai dengan cita-cita proklamasi dalam negara yang menjamin kesejahteraan rakyat (Welfare state), untuk itu perlu dibangun demokrasi, kepastian hukum, HAM, keadilan sosial dan anti diskriminasi

Yup itulah Indonesia, Bhineka Tunggal Ika, partai pun sampe ada 44. Ini karena saking inspiratif nya rakyat kita jadi semua inspirasi nya harus tersalurkan di wadah yang menurut mereka paling cocok, kalau gak cocok ya buat partai lagi, gitu aja koq repot. Monggo, ditelaah oleh pembaca, mana partai yang pantas untuk dicoblos pada Pemilu mendatang. Semoga bermanfaat ^_^. Oiya in the next post, saya akan coba iseng-iseng menganalisis tentang perampingan dari kuantitas parpol, ditunggu ya!

NB : Maaf kalau ada beberapa partai yang infonya kurang komplit mengingat keterbatasan space untuk posting, so lebih jelasnya kunjungi www.indonesiamemilih.com

Assalamu’alaikum… Dunia!

Pagi yang begitu indah, kenikmatan yang tiada tara, alam yang begitu menawan menambah kesyahduan dan kekhusyukan hamba kepada Engkau, Sang Maha dari Segala Maha.

Allah hambamu ini ingin selalu berada di jalan Mu,

berada dalam bimbingan dan kasih sayang Mu,

menjadi kekasih Mu di sepanjang hayat ku adalah impian terindah di setiap tidurku.

Allah hambamu ini tak sempurna,

tapi hamba akan berusaha menjadi orang yang Kau cintai,

menjadi orang pilihan yang kelak dapat bersanding di Sisi Mu.

Hamba akan terus memohon dan memohon agar diberi kesempatan tiap detik ini untuk menikmati nikmatnya iman, indahnya islam, segarnya kerinduan pada Mu.

Pertemukan hamba dengan orang-orang shaleh,

agar ketawadu’an hamba semakin betambah pada Mu.

Jagalah keluarga hamba dari api neraka.

Anugerahkan kelak pada hamba di saat yang tepat,

seorang pendamping hidup, teman sejati hamba kelak yang mampu menuntun dan mengantarkan seluruh anggota keluarga hamba menjadi ahli surga.

Allah betapa besar karunia Mu jika Engkau mendengar dan berkenan mengabulkan segala permohonan hamba.

Impian hamba kelak, bisa menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat,

memiliki harta yang berkecukupan dan barokah,

sehingga dapat hamba sedekahkan di jalan-Mu,

dapat membantu mereka yang berhak atas sebagian rizqi yang Engkau amanatkan kepada kami.

Biarlah segala impian dan cita-cita hamba terwujud tapi tetap berada dalam ridho Mu,

Allah ya Robb, I luv u soo much

Muhammad, I miss u so much

Allahuakbar

Semangat!!!berbuat kebajikan,,,,

Amin Amin ya Robbal alamin

10 Hal yang Dapat Membuat Anda Menjadi Wanita Sempurna

Ya, dengan senyum cantik anda yang membangkitkan rasa cinta dan menebar kasih sayang kepada orang lain.
Ya, dengan tutur kata baik anda yang dapat menjalin persahabatan yang dianjurkan syariat dan menghapus semua rasa dengki.
Ya, dengan ketulusan derma anda yang dapat membahagiakan orang miskin, menggembirakan orang fakir, dan mengenyangkan orang yang lapar.
Ya, dengan duduk manis bersama Al-Qur’an seraya membaca, merenungi makna, mengamalkan kandungannya, bertobat, dan memohon ampun kepada-Nya
Ya, dengan banyak dzikir, memohon ampun, rajin berdoa dan suka memperbaharui tobat.
Ya, dengan mendidik anak-anak anda untuk mendalami agama, mengajari mereka sunnah dan membimbing mereka kepada hal-hal yang berguna bagi mereka.
Ya, dengan rasa malu dan jilbab seperti yang diperintahkan Allah kepada anda sebagai sarana memelihara diri dan kehormatan anda.
Ya, dengan berteman bersama wanita-wanita yang baik dari kalangan mereka yang mempunyai rasa takut kepada Allah, menyukai pengamalan agama, dan menghormati norma-norma etika.
Ya, dengan berbakti kepada kedua orang tua, bersilaturahim, menghormati tetangga dan menjamin anak-anak yatim.
Ya, dengan membaca buku-buku yang bermanfaat, menelaah bacaan yang berguna, maka hal itu benar-benar merupakan hal yang amat menyenangkan lagi memberikan informasi yang benar

sumber: http://istiqom4h. wordpress. com

Berita Terhangat Negeri Qt…

Yach beberapa bulan terakhir ini memang pemberitaan di media sedang gencar2 nya membahas tentang kriminalitas dan kekerasan. Contoh saja kemarin malam, yg kebetulan sy berkesempatan menonton TVONE dr ba’da maghrib sampai tengah malam. Dimulai dr debat antara FPI vs Golongan yang membela Ahmadiyah ato kelompok yg beralasan membela kebebasan beragama di negeri qt. Kebebasan beragama yg kebablasen koq dibela??? aneh!!! tapi ya gitu lah namanya jg debat jd dr kedua belah pihak saling ngotot membenarkan pendapatnya masing2.

FPI beralibi bahwa selama ini gerakan yg mereka laksanakan awalnya selalu damai dan melalui prosedur hukum Indonesia. Salah satu contoh dalam upaya untuk pembubaran Ahmadiyah, mereka sudah berdiskusi dgn MUI ttg sesatkan Ahmadiyah bahkan mereka jg pernah mengundang pimpinan Ahmadiyah utk berdialog tp yg diundang tak hadir. Sampai finalnya mereka menyurati pemerintah agar Ahmadiyah dibubarkan tp ya begitulah hukum dan pemerintahan di negeri qt. Sdh menjadi aib public bahwa yg berkuasalah yg menang. Ironis sekali.

Sedangkan di kubu laen, kelompok pembela Ahmadiyah memprotes tindakan FPI yg selama ini berakhir dgn kekerasan. Dan menurut mereka bahkan kekerasan itu selalu dilakukan pada saat bulan Ramadhan. Mungkin Ahmadiyah geram dgn pak polisi yg sdh diminta utk menutup tempat2 maksiat saat bulan yg penuh rahmat ini tp tdk segera ditindaklanjuti, akhirnya ya bertindak sendiri tho. Lha wong FPI itu laskar.

Ada cerita menarik jg yg sempat membelalakkan mata sy. Mugkin bs jd tambahan wacana jg bagi pembaca. Tentang perjuangan FPI memprotes beredarnya majalah playboy. Melaporkan ke pihak berwenang utk melarang beredarnya majalah playboy tp kata aparat tdk ada alasan yg kuat utk menindaklanjuti tuntutan dr FPI tersebut krn playboy tdk melanggar hukum apa2, karena itu kebebasan pers. Saat FPI berdialog dgn pihak pers utk menanyakan aturan2 yg dijadikan acuan dlm pers Indonesia. Eee…ternyata negeri qt blm pny undang2 pers jd rujukan mereka ya undang2 pers Amerikan n undang2 pers Internasional. Yaelah yo ndak sama tho kondisinya. Lha org amerika sarapane aja roti, qt kan nasi. FPI pun hrs puas krn dgn terpaksa perjuangan mereka hrs terhenti disitu. Makane mungkin mereka geram n membakar semua majalah playboy yg beredar waktu itu.

Seru deh perdebatan kedua kelompok tersebut, mungkin beberapa org awam bingung mau pihak yg mana. Krn jika mendengarkan baik FPI maupun kelompok pembela berebasan beragama kadang sama2 bener tp ya kadang sama2 salah. Ya itulah indahnya perbedaan, yg terpenting bisa saling menghargai satu sama lain.

Qt pindah ke berita kedua, ttg eksekusi mati trio bom bali 1, amrozi dkk. Yg mengecewakan adalah media sekarang sdh seperti infotainment selalu mengait-ngaitkan berita yg sebenarnya ga ada kaitannya sama sekali, dan yg lbh fatal mengaitkannya itu tanpa bukti. Weleh2 ya jelas ae kalo ga gitu lak ndak seru, ndak ditonton org. Yg memang notabene bangsa qt senang mengkomsumsi berita yg subtansinya ga ada, cuman dugaan perorangan ato satu kelompok saja. Bahkan pakar telematika yg sekarang sdang tenar layaknya artis pun berani berpendapat. Harusnya kalo memang mau melihat dr segi teknologi ya diungkapkan apa adanya. Ga perlu ikut berkomentar, biar masyarakat yg menyimpulkan.

Uraian diatas itu ttg dugaan siapa pengirim surat yg beredar di internet yg isinya kurang lebih mengancam keselamatan presiden dan wakil presiden. Belum selesai ttg kasus eksekusi Amrozi, ada berita lg dr Syekh puji, yg menikahi anak di bawah umur. Nah sdh semua pihak menentang pernikahan tersebut dan membela ulfa, eits.. ternyata ulfa malah masih mencintai syekh puji. Lha yg mana, yg bener. Silahkan pembaca berargumen sendiri. Ada juga berita ttg bentrok antar mahasiswa Universitas Muslim Indonesia. Weleh2 kalo kaya gini trus, lama2 pencitraan islam lewat media akan memberikan dampak negatif ke masyarakat. Waktu belanja di pasar sempat tanya ke ibu2 pedagangnya ttg masalah ini, beliau nyeletuk ”lha wong orang islamnya sendiri lho mbak yg bikin jelek”. Hemmm islam lg deh yg kena, padahal ibue itu ya org islam. Hanya dlm waktu semalam, agama qt yg rahmatan lil alamin hrs terimage seperti itu di public.

Tapi lepas dr semua itu masih ada kabar gembiranya, BBM turun euy, alhamdulillah….

surat tuk sahabat

weks, ketemu lagi

sebelumnya mumpung masih suasana lebaran, mau ngucapin mohon maap lahir batin, Taqobballahu minna wa minkum…

malem takbiran coba merefleksikan diri biar tambah bae lg, byk bgt sms yg masuk, jd inget sahabat2 yg slalu nemenin n setia ngingetin

ni ada sedikit cerita, pernah dulu ada sahabat yg putus asa gapai citanya krn ada hambatan yg menghadang, akhirnya ku coba menulis surat tuk sahabat ku itu, moga aja surat ini bisa bermanfaat buat yg laen, ni suratnya…

Teruntuk :

Sahabatku tercinta,

Teman seperjuangan yang kusayang,

Calon orang-orang sukses,

Saudaraku, calon orang-orang hebat dan luar biasa,

Orang yang rindu akan perubahan dan perbaikan hidupnya,

Teruntuk : sahabatku yang kukasihi

Dalam Al-Quran disebutkan : Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Dalam Qur’an surat ALAM NASYRAH hal itu sampai diulang 2 kali.

Masalah di hadapan kita tak pernah sebesar kekuatan di belakang kita. Allah tidak akan menguji atau memberi cobaan dan masalah kepada hambaNya di luar batas kemampuan kita untuk menghadapinya. Jika kita dihadapkan pada suatu problem kehidupan oleh Allah, maka kita harus menyelesaikan dengan tuntas dan sukses sehingga kita akan naik satu level di hadapan Allah. Tapi apabila kita menyerah, maka itu berarti kita telah kalah menghadapi hidup dan level kita akan turun, maukah hal itu terjadi?

Bahkan orang yang hari ini sama dengan hari kemarin saja sudah dikatakan merugi. Maka jika kita lebih buruk dari hari kemarin, kita termasuk orang-orang yang celaka. Naudzubillahmindalik, semoga Allah melindungi kita dari hal itu.

Tetap semangat sobat, ini baru permulaan. Jangan pernah ragu, jangan pernah menyerah karena masa depan gemilang telah menanti kita. Tak ada orang yang sukses tanpa pengorbanan, tak ada orang yang bahagia tanpa kesedihan, tak ada orang yang berhasil tanpa jerih payah, tak ada orang yang hebat tanpa bersungguh-sungguh.

Ini baru permulaan sobat, ini baru awal dari tantangan yang akan kita hadapi kelak. Yakinlah, Allah selalu bersama kita. Usaha minimal adalah doa, usaha maksimal juga doa. Apapun badai yang menghadang, kerikil tajam yang merintang, ombak yang menghantam, mantapkan diri dan hati kalian bahwa Allah bersama kita. Insya Allah, masalah ini akan segera berlalu, bersabarlah.

Setelah ini buah dari hasil usaha kita akan kita petik. Kebahagiaan, keuntungan, kekayaan dan kesuksesan akan ada di genggaman kita asal kita tak pernah putus asa. Jangan pernah menengok ke belakang jika itu menghambat kemajuan kita. Jadikan kesalahan, kelalaian dan kecerobohan yang kita lakukan sebagai pengalaman dan pembelajaran berharga bagi kita. Songsong masa depan kita. Menyesallah, jika memang berbuat salah. Tapi jangan berlarut dalam penyesalan. Segeralah bangkit dan buktikan pada papa, mama, kakak, adik, teman dan teriaklah pada seluruh dunia bahwa KITA BISA.

Kita harus berani mencoba, berani mengambil risiko karena sebenarnya risiko itu tak pernah akan berani menghampiri kita karena kita punya kekuatan dan potensi dalam diri yang akan menghantarkan kita ke gerbang kemenangan.Yakinlah, pasti ada jalan keluar.

Sekian surat ini sahabat, aku hanya tak ingin melihat keraguan di mata kalian. Aku hanya tak ingin kalian mundur. Berjuanglah demi masa depan. I luv u so much,, di bawah ini ku cantumkan kata-kata bijak semoga dapat bermanfaat.

From your lovely friend :

Izza

 Epictetus :
Pertama-tama, katakan pada dirimu apa yang akan kau raih, lalu lakukan apa yang perlu kau lakukan.
 Napoleon Hill :
Kalau kamu dapat membayangkannya dan menyakininya, kamu pasti akan dapat meraihnya.
 Eleanor Roosevelt :
Kau memperoleh kekuatan, keberanian, dan rasa percaya diri dari setiap pengalaman yang membuatmu berhenti sejenak untuk menghadapi rasa takutmu. Kau dapat berkata pada dirimu sendiri, “Aku telah tabah menghadapi kengerian ini. Aku pasti mampu menghadapi hal berikutnya.”
 Cliff Clavin :
Memiliki cita-cita itu tidak bodoh, yang bodoh adalah tak memiliki cita-cita.
 Hellen Keller :
Meskipun dunia penuh dengan penderitaan, dunia juga penuh dengan keberhasilan mengatasi penderitaan itu.
 George Bernard Shaw :
Orang selalu menyalahkan keadaan. Aku tak percaya akan keadaan. Orang yang berhasil di dunia adalah orang yang bangkit dan mencari keadaan yang mereka inginkan, dan, kalau mereka tak menemukannya, mereka akan menciptakannya.
 Ashley Hodgeson :
Hari itu aku belajar dua hal : Pertama, sedikit kebaikan dan rasa percaya diri dapat menimbulkan perubahan yang besar dalam diri seseorang. Kedua, kekuatan dan keberanian tak selalu diukur dengan medali dan kemenangan. Keduanya diukur dalam perjuangan yang berhasil. Orang terkuat tak selalu orang yang menang, melainkan orang yang tak menyerah saat kalah.
– Ruh entrepreneur sejati :
1. Kreatif menciptakan dan mengemas ide baru untuk kemakmuran diri dan orang orang yang dicintainya (kreatif inovatif)
2. Berani mengambil risiko
3. Menyukai tantangan
4. Memiliki daya tahan hidup luar biasa
5. Pantang menyerah dan putus asa
6. Selalu ingin menjadi dan menyuguhkan yang terbaik
7. Memiliki visi yang jauh ke depan
– Life is beautiful, Hidup itu terlalu indah, maka kamu jangan mudah menyerah

Dalam sebuah penantian…

Allah…

Saat aku menyukai Hamba-Mu, Ingatkan aku

Bahwa akan ada sebuah akhir, Sehingga aku

Tetap bersama dengan Yang Tak Pernah Berakhir

Allah…

Ketika aku merindukan seorang kekasih, Rindukanlah aku

Dengan seseorang yang mencintai-Mu

Agar kerinduan kepada-Mu semakin menjadi

Allah…

Jika aku hendak mencintai seseorang, Temukanlah aku

Dengan orang yang mencintai-Mu

Agar bertambah kuat cintaku kepada-Mu

Allah…

Ketika aku sedang jatuh cinta,

Jagalah hatiku agar tak melebihi cintaku kepada-Mu

Allah…

Ketika aku berucap “Aku Cinta Pada-Mu” biarlah aku

Katakan kepada hatinya yang bertaut kepada-Mu

Agar aku tak jatuh dalam hati yang bukan karena-Mu

Dalam sebuah keraguan……

Entah skenario apa yang telah dipersiapkan Allah untuk ku

Hatiku masih bimbang dan ragu

Penuh kebingungan dalam hati dan pikiran ku

Hanya Allah Yang Maha Mengetahui segala tentang ku

Aku pasrah ya Allah

Aku ikhlas dengan semua rencana Mu

Karena aku yakin Engkau pasti berikan yang terbaik untuk hamba

Engkau selalu memiliki cara2 yang begitu indah dan sempurna untuk membimbing hamba

Di tengah kegalauan hati ini hamba memohon ya Rabb berilah keteguhan dan kemantapan hati hamba karena keraguan adalah sifat syaitan

Berilah kemantapan pada hati dan diri hamba dalam menentukan pilihan

Mungkin saat ini hamba belum faham tapi hamba sangat menikmati proses ini

Proses yang begitu indah untuk menggapai Ridho Mu

Perasaan dalam benak hamba bercampur aduk menjadi satu

Dan hamba berpikir untuk menuangkan momen berharga malam ini dalam sebuah tulisan Agar kelak ketika hamba lalai hamba akan langsung mengingat Mu

Mengingat bahwa Engkau begitu mengasihi hamba

Mengingat bahwa Engkau tak pernah membiarkan hamba terjerumus ke dalam kenistaan

Mengingat bahwa Engkau selalu memberikan yang terbaik bagi hamba

Engkau adalah segala galanya

Belum pernah hamba merasa begitu cinta pada Engkau seperti malam ini

Rasa cinta yang tak dapat disampaikan oleh kata kata apapun

Tapi tanpa hamba sampaikan pun

Meski hamba simpan di hati sanubari yang terdalam pun

Hamba yakin Engkau mengetahuinya ya Allah

Karena hanya Engkau yang paling memahami hamba

Hanya Engkau yang paling mengerti harapan dan keinginan hamba

Dan hanya Engkau yang paling hamba cintai

Jaga kecintaan ini ya Allah

Jaga keistiqomahan hamba

Jangan pernah biarkan hamba lalai

Engkau segala galanya bagi hamba

Bimbing hamba menuju Ridho Mu

Akllahu akbar

Subhanaallah

Allah, satu permohonan hamba yang hamba yakin Engkau pasti kabulkan karena rasa kasih Mu pada hamba : Anugerahkan kepada hamba pendamping hidup yang dapat membimbing seluruh anggota keluarga hamba menjadi ahli surga

Perjumpaan dengan Mu kelak adalah impian hamba

« Older entries
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.